Ghaliya Siridha

Puisi Karya dari Ghaliya Siridha patut kita renungkan….!!!

TANGISAN   KEMATIAN

Dalam ruang ku merenung

Mengkaji diri atas dosaku

Hina Nista diri ini

Nestapa ku dibuatnya

Jutaan air mata terus mengalir

Membanjiri pipi dukaku

Tak mampu ku berbuat sesuatu

Hanya sesal pada masa lalu

Masihkah ku diberi kesempatan?

Seketika hatiku bergetar hebat

Nafasku sesak tak terkalahkan

Ku lihat sosok berjubah putih menghampiri

Aku takut…

Aku sendiri…

Sedikit demi sedikit tubuhku mulai kaku

Mati rasa tak berdaya

Sakit yang ku rasa di sekujur tubuhku

Lebih sakit dari sayatan pedang tajam

AQpakah ini yang dinamakan ujung tombak kehidupan?

Allah……………

Nafas terakhirku telah hilang

Tubuhku terhampar

Terbujur kaku tak ada tanda kehidupan

Ku lihat disekitar jasadku

Orang-orang menangis pilu

Aku disini…

Tak lihatkah mereka?

Hanya isak tangis penuh Do’a

Ku saksikan…

Jasadku dimandikan

Perlahan dibawa dan di Shalatkan

Tubuhku yang dulu segar

Kini pucat pasi penuh kafas dan kain kafan

Tanah melambai…

Mengajakku masuk kedalamnya

Dalam sekejap ku berada di perut bumi

Hamnya sendiri tak ada yang menemani

Innalillahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’un

Allah….

Bangkangan dulu ku lakukan

Biadab jasad kemaksiatan

Kini hanya sesal dalam tangisan

Dua makhluk berwajah garang

Menghampiriku penuh dendam

Man Rabbuka?

Man Imaamuka?

Man Nabiyyuka?

Maa Kitaabuka?

Maa Kiblatuka?

Sungguh…

Aku binasa dalam derita

Wahai Manusia!

Masih inginkah ?

Kau berdiri dalam kecongkakan ?

Dalam keegoisan dan keangkuhan?

Sedangkan kau takkan berarti setelah di kuburkan!

Ingatlah Allah dalam keagungan

Ketika hidup masih diberi kesempatan…

By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Samudra Perjuangan

Ku kepakkan sayap pada hembusan angin yang suci

Dan berteriak pada kediaman langit yang angkuh

Mengapa orang hanya bisa mengomentari?

Pada dada yang menggebu mencari jati diri

Ku kan terus mencoba berlari

Dan bernyanyi lewat mulut penggunjing pasti

Dengan darah yang menjadi

Kataku dalam bernyanyi

Sungguh pasti…

Tak tenang mata orang pengecut hati

Bantulah aku yaa… Rabbi..

Saat gulita merajai hati

Saat Asma meradang Nyeri

Bantulah aku tuk berdiri

Menghapus resah dalam diri

Menemukan sinar fikir sejati

Dan mendapatiku dalam nyanyian suci

Penuh Ridho Illahi

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Keresahan Mengemban Amanat Cinta

Aku resah…

Aku gelisah…

Saat ia tusukkan kobaran Cinta pada jantungku

Yang membakar seluruh organ dalam tubuhku

Yang membuat fikirku hilang dari logika

Dan mengembangkan ilusi dengannya

Aku resah…

Aku gelisah…

Saat ia membuat dimensi warna baru dalam khayalku

Saat ia masuk dalam penjara hatiku

Disaat itu aku melupakan_Mu

Jagalah hatiku yaa… Rabb

Saat ia membawaku terbang bersama sayap cintanya

Janganlah sampai hati terbuai oleh rayunya

Karena aku hanya menginginkan

Samudra hatiku meluap air Cinta_Mu

Dan Namamu yang bertahta dalam jiwaku

Meski nyatanya tak dapat ku menepisnya

Bahwa aku mencintainya

Namun ku berharap

Cintaku terhadapnya

Tak melebihi Cintaku pada_Mu

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Dilema

Pintaku dalam sujud

Mengharap kepastian hidup

Titah Illah ku berdiri

Mengambil langkah hamba suci

Nafsuku menggebu

Duniaku merayu

Masih ku berhasrat pada nafsu duniawi

Inginku bertepi

Pada sosok muslimah sejati

Beragam asa ku nikmati

Beragam luka ku lalui

Hidup di Bumi pengasingan

Memancar harapan semu

Kusadari…

Dan tak dapat ku pungkiri

Batinku memaki

Ku harus mencari jati diri sejati

Seorang ahli Syurgawi

==================================================================================

Harapan Semu

Hasratku pada dunia

Takkan tersampai walau hati ini menjerit

Karena dunia bukanlah khayalan

Namun dunia realistis

Aku mencoba…

Menjamak nasib yang tak menentu

Namun ku tak mampu

Karena hati ini rapuh

Aku mencoba…

Tuk berdiri merangkai asa

Namun aku tak kuasa

Karena ku sering terluka

Pada harapan sementara

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

I LOVE YOU IBU

Indahnya cahaya dalam dilema

Terpancar dari wajahnya

Sangat lembut penuh makna

Memberi harapan makna Cinta

Terpantul lewat kaca

Tempatku mengkaji diri

Kini kusadari…

Aku tak sendiri

Ku bersyukur pada Illahi

Karena aku memiliki seorang ibu yang sejati

Ia malaikatku…

Penerjemah asa

Penghapus angan palsu

Ingin ku selalu…

Ada dalam belaianmu…

Dan ucapku selalu…

I LOVE YOU IBU……

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Kasih Bunda

Kau berjuang melawan waktu

Kau perangi beban hidupmu

Demi menjaga diriku

Yang menjadi buah hatimu

Setiap saat kau ulurkan tanganmu

Demi membantuku dalam ketidak tahuanku

Kau selalu menjadi sandaranku

Dalam setiap sedihku

Oh…Bunda

Kasihmu membuatku haru

Hanya satu yang dapat ku ucap

Terimakasih Bunda……

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Bimbang

Dulu…ia bersemi dalam hati

Bergejolak dalam jiwa

Berbunga dalam lamunan

Ia bagaikan angina yang menyejukkan

Ia seperti gelombang di lautan

Tapi kini…

Ia tertiup oleh angin topan

Tersapu oleh gelombang

Terkadang….

Aku bertanya???

Kemana ia pergi??

Terkadang…

Aku bimbang….

Sebernarnya…Ada dimana ia??

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Tanyaku pada perubahan

Heningnya malam kini mulai bersuara

Meski dingin menyapa

Namun kehangatanlah yang ku rasa

Begitu hitam pekat malam yang dulu ku rasa

Tapi kini…

Entah mengapa??

Malam itu terasa bercahaya..

Kegelapan malam dulu

Sirna oleh cahaya seketika

Cahaya itu….

Menembus kalbu dan menggetarkan jiwa

Ada apa sebenarnya?

Tiba-tiba ia ada

Seakan bersuara

Ada apa sebenarnya?

Dengarku dalam hatinya

Ia lantunkan nada cinta

Ada apa sebenarnya?

Tiba- tiba ia membuka suara

Suara yang dulu ku harapkan

Dalam kesunyian hati

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Senyumku

Suatu waktu…

Ku beranjak dari sebuah bangku sekolahku

Menuju pengalaman baru

Ku lihat disekitarku

Kau hadirkan cinta

Kita berlari bersama menembus angin

Terpaut dalam melodi kasih

Terikat dalam tali persaudaraan

Berjalan beriringan

Demi mencapai sebuah tujuan

Walau pertemuan kita sesaat

Namun hatiku kan selalu melekat

Pada dimensi warna penuh tawa

Kawan….

Ku tahu… Ku tak terlalu mengenalmu

Namun senyummu mengikatku

Dalam ikatan yang abadi

Menuju perubahan yang hakiki

Selamat tinggal kawan

Selamat jalan sahabat

Walau sampai akhir waktu

Ku kan selalu mengenangmu

Walau sampai akhir waktu

Senyumku selalu untukmu

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Kebiadaban Penguasa

Menari diatas derita

Tertawa diatas tangis

Bersuka ria merampas harta

Hitam pekat jiwa kuasa

Penguasa lalim penuh murka

Tak lihatkah mereka?

Rakyat menjerit jiwa sengsara

Tak sadarkah mereka?

Banyak tangis penuh derita

Padahal hidup hanya sementara

Wahai saudara……

Sabarkan hati kuatkan jiwa

Karena murka Allah akan tiba

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Ghaliya

Ghaliya….Wanita hina penuh noda

Namun ia tak pernah putus asa

Mencari Rahmat Tuhan semesta

Ghaliya….Seorang wanita pengasingan

Hidup di dunia sandiwara

Hanya sendiri

Namun memiliki tujuan pasti

Ghaliya….Mencioba hadir membawa tawa

Menebar kasih menabur cinta

Pada manusia yang hidup dalam peradaban

Namun Ghaliya tak kuasa

Jika Tuhan tak berkata

Karena ia hanya seorang hamba sahaya

Yang kerdil dan Nista

Harapanku

Mencari dan terus mencari

Harapan suci cinta Illahi

Memaki dan terus memaki

Batin berdebu pada hasrat duniawi

Aku malu…..

Yaa…Rabb

Telapak kakiku masih berpijak pada angan semu

Nafsuku masih menggebu pada materi

Ingin ku bertepi

Pada tonggak Islam sejati

Inginku menggenggam

Nafas cinta asma Agung_Mu

Bisakah aku?

Yaa…Rabb

Kuatkan hati dalam balutan sinar_Mu

Bersihkan fikir dalam sujudku diatas hamparan sajadah_Mu

Mengharap dan terus ku  berharap

Pada Ridho ampunan dan cinta_Mu

Mencari dan terus ku mencari

Cahaya cinta pasrah karena_Mu

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Cambuk hati

Manusia punya angan

Manusia punya cita

Selalu berharap pada kemenangan

Namun…Janganlah hati menggendong kesombongan

Merasa tuk menjadi sempurna

Itu takkan pernah bisa

Ingin hati menjadi penguasa

Adzab dan sengsara akan menghampirinya

Karena Allah-lah yang maha sempurna

Ingatlah wahai manusia!

Bukan untuk hari ini kau bernafas

Tidak untuk selamanya kau berada dalam roda yang sama

Kajilah diri rendahkan hati

Karena kelak kau akan merugi

Jika kau tak pernah mensyukuri segala apa yang tejadi

Cinta Angan

Berkelitku dalam cinta

Hingga aku mengasingkan diri dalam sepiku

Karena ku tak tahu apa maunya

Bingungku dibuatnya

Ku berharap bukan pada anganku

Namun kenyataan pada vcintanya

Sampai kapan aku begini?

Mengharap pada yang tak pasti

Tahukah ia?

Gemuruh hatiku membuncah

Menyimpan sejuta angan dengannya

Sadarkah ia?

Ku berperan dalam dilema

Mencari kunci jeruji hatinya

Akankah kau memberi jalan?

Ataukah hanya sebuah harapan?

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Mengembalikan Kesirnaan

Terkubur pedih tak bersuara

Mengharap nada yang tak kunjung tiba

Namun….

Dengan sendirinya

Ia hadir tanpa kata…

Tanpa suara…

Namun membawa makna

Ia hadir memberi harapan

Harapan baru atas sirnaku

Meyakinkanku atas hadirnya

Seakan ia berkata

Bahwa ia ada

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Dengarkan Cinta

Siang petang bergumam dalam qalbu

Bahwa aku merindukanmu

Kau hiasi singgasana hatiku

Kau rajut cinta dengan kemurnian jiwamu

Aku sungguh mencintaimu

Yaa…Habibi fii qalbi

Cintailah aku bukan karena nafsumu

Bukan karena rupaku dan bukan karena keduniaanku

Namun cintailah aku

Karena apa yang ada dalam hatiku

Yaa…Habibi fii qalbi

Sadarkan aku dalam khilafku

Tuntunlah aku dalam ajaran agama Allah

Wahai kekasihku

Renungan jiwaku telah memilihmu

Sebagai penyempurna lubang hatiku

Jika Tuhan meridhoi

Ku kan bersamamu hingga nafas terakhirku

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Pantaskah?

Ku tertegun dalam raguku

Tak dapat ku meraba asaku

Fikir mereka

Aku adalah wanita sempurna

Namun ku meragu

Karena mereka hanya melihat dengan kasat mata

Tak mampukah mereka menerka batinku?

Tak sanggupkah mereka mengerti khayalku?

Aku wanita hina…

Berdosa…

Aku malu…

Wahai sang penyair cinta

Bagaimana lagi aku harus merajut fakta?

Rajutan fakta yang nyata

Agar semua orang dapat melihatku

Yang malu akan dosaku

Masih pantaskah aku?

Mendapat penilaian seperti itu?

Pesona Remaja Muslim

Remaja penuh pesona

Cantik rupawan elok tak sirna

Mendaki mencari bukti

Jati diri cerminan hati

Mendamba bidadari suci

Penuh keagungan cinta Illahi

Remaja pesona Illahi

Selalu melafalkan tasbih dalam langkahnya

Beristighfar dalam salahnya

Bersyukur dalam nikmatnya

Tersenyum membagi kebahagiaan

Menghibur membagi keceriaan

Berfikir mencari keilmuan

Menangis melihat kedzholiman

Tunduk patuh terhadap tuhannya

Menghormati orang tuanya

Ta’dzim terhadap gurunya

Mengasihi sesame saudaranya

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Jeritan Hati

Aaaa……Aku kotor!!!

Aku wanita Kotor!!!

Hina….

Berdosa…

Ingin ku meminum segelas cinta yang Kau hidangkan

Setetespun ku tak sanggup

Aku tak mampu

Meneguk Cinta seperti para Syuhada

Allah….

Aku tak mampu menggenggam Cinta_Mu

Genggaman seperti para Anbiya

Ma’af yaa Allah….

Aku mencintai_Mu

Namun ku rasa Cintaku tak sempurna

Masih ku mendua

Pada dunia tak berasa

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Do’aku

Cinta mereka sebening embun

Tatapan mereka sesejuk udara di pagi hari

Tak pernah mereka mengeluh

Dan tak pernah mereka malu akan hadirku

Mereka selalu ada

Saat aku tak kuasa

Menahan Luka dan lara

Tersayat hati ini bila mereka menangis

Marah jiwa ini tatkala mereka di sakiti

Allah…

Pintaku pada_Mu

Cintailah Orangtuaku

Dengan kasih putih_Mu

Jadikan mereka penghuni Syurga_Mu

Berikanlah cahaya senyum_Mu

Dan cahaya kemuliaan_Mu

Wahai Rabbi…Penguasa alam

Created By: Ghaliya Siridha

Cahaya Ibu

Wajahmu begitu suci

Putih berseri memancar kasih

Kilauan cahaya di setiap tatapanmu

Membuatku haru

Tangisanmu…

Bah goresan luka dihatiku

Tersayat pedih…

Kuhapus air matamu dengan jemariku

Ku rangkul dirimu dalam kesucian kasihku

Ku berharap kau akan selalu ada bersamaku

Ibu…

Do’aku kan selalu menyertaimu

Nafasku adalah do’a untukmu

Tangisku adalah penghapus dosamu

Tawaku adalah cahaya untukmu

Dan Aku…

Akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia

dan paling mulia di hadapan Allah

Kemunafikan

Bongkahan kepalsuan

Yang tebal begitu melekat

Pada dinding penipuan

Ayat suci mengingatkan

Namun ia mendustakan

Manusia dibutakan

Oleh kata-kata manisnya

Terkagum manusia dibuatnya

Namun sayang itu semua palsu

Ia hanya ingin mandapat pujian

Padahal hari esok menantikan

Adzab tuhan mengancam

Bagi setiap orang

Yang memakai kedok kemunafikan

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Perjuangan Ayah

Berjuang diatas tiang-tiang dunia kenistaan

Demi mempertahankan jiwa-jiwa yang lemah

Selalu bersikeras membanting tulang

Demi tunas-tunas harapan kesuksesan

Tenaga dan nyawa ia pertaruhkan

Namun tak patah arang semangat membuncah

Keringat sebagai saksi

Atas jihad ayah mencari nafkah

Kehidupan ukhrowi ketetapan suci

Tak lupa ia kaji

Setiap malam bersujud

Mengetuk pintu arsy tabir impian

Ayah . . .tak lelahkah engkau?

Sedang fisikmu mulai melemah

Sendi dan tulangmu mulai merapuh

Tapi tak pernah kau mengeluh

Ayah . . .jiwa mu penuh damba

Doa cinta terucap ikhlas

Menangis menitikkan air mata

Demi aku yang menggantung cita

Ayah bisa apa aku perbuat . . . .?

Untuk membalas setetes keringat

Namun ilusiku bertekad . . . . .

Jika aku telah berdiri tegak

Kan ku kibarkan bendera kepatuhan

Agar semua dapat melihat

Bahwa disana terukir sebuah perjuangan

Created By: Ghaliya Siridha

==================================================================================

Tentangku

Aku Bukanlah wanita sempurna yang mengharapkan kesempurnaan

Namun aku wanita cacat yang mengharapkan kasih saying

Aku bukanlah wanita kaya yang mencintai kemewahan

Namun aku wanita sederhana yang mengharapkan pengertian

Aku bukanlah wanita shaleha yang jauh dari dosa

Namun aku waniota hina berlumur noda yang mengharap Ridho_Nya

Tuhan….

Inilah aku…

Tak berdaya tanpa Cinta_Mu

Adakah kesempatan untukku?

Untuk memperbaiki diriku?

Sedangkan kematian menantiku

Malaikat maut_Mu membuntutiku

Namun apa yang bisa aku lakukan?

Keserakahan masih melekat dalam benakku

Tolonglah aku tuhan…

Agar bisa menggenggam Cinta_Mu

Created By: Ghaliya Siridha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: