CARI GIGS BIN EVENT LEWAT IDENTIFIKASI

Apa jadinya ngaku “musisi” tapi gak pernah manggung ? Gak pernah naik GIGS bin EVENT ? Hem…jangan-jangan itu salah satu tanda-tanda kiamat kali ya.

Yap, manggung jelas wajib hukumnya bagi musisi. Segudang dampak akan di dapat oleh kaum yang menganggap hal ini penting. Lewat berbagai perform tersebut, para musisi saling membangun jaringan, menggalang fans, mengembangkan promosi dan tentu saja menjalin bisnis. Tapi masalahnya adalah : Musisi sering jadi kayak monyet kena lempar sandal. Tolah toleh sebatang kara. Kenapa ? Sepi penonton coy !

Tulisan tentang GIGS ini adalah share pemikiran dari EYB dan akan disobek-sobek menjadi sejumlah seri-seri pendek. Maklum EYB punya keterbatasan waktu untuk jadi penulis yang taat. Tapi biarpun demikian, mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua.

Seri pertama kita adalah tentang :
CARI GIGS BIN EVENT LEWAT IDENTIFIKASI

HARUS TAHU TUJUAN
Yup, penting banget buat kita untuk selalu bertanya dulu sebelum melangkah “mau ngapain sih kita ?”. Menentukan tujuan itu sangat perlu agar kita mudah menentukan step langkah dan target-target. Dengan melakukan identifikasi tujuan, kita jadi gak mudah murtad dari jalan yang telah di gariskan.  Waktu, keringat dan duit kita jadi gak terbuang sia-sia. kita jadi stay focus. Konsen menyikat hal-hal yang ingin dicapai di tiap pertunjukan.

Caranya mudah :
Ambil kertas. Bikin dua table lalu kasih judul : TUJUAN, di tabel yang lain kasih judul TARGET.  Udah gitu silahkan isi apa-apa yang menjadi tujuan dan seperti apa targetnya. Pastikan juga kapan (ini kaitannya sama waktu) target  “harus” terpenuhi. Kelemahan manusia Indonesia itu adalah menulis. Padahal sepanjang pengalaman pribadi, menuliskan “tujuan dan target” pada selembar kertas itu seakan seperti mengajukan proposal pada Tuhan untuk dikabulkan.

BIKIN ANALISA
Kita perlu melakukan analisa-analisa sebelum action. Sesungguhnya kerjaan musisi itu sama saja dengan tugas para pakar keuangan yakni : berhitung ! Cuman bedanya yang kita hitung bukan uang, tapi strategi eksistensi.

Mencari lokasi

Sebagai langkah awal, sepertinya kita harus bisa jadi macan di kandang sendiri dulu. Di kampung atau di kota kita sendiri. Kesamaaan geografis pada kenyataannya sering mempermudah kita untuk memperoleh penggemar lebih cepat. Maklum, kita bisa langsung face to face dalam waktu yang singkat.
Amati dimana di kota kita ini bakal ada event yang padat bergizi, simple dan gurih buat manggung. Cara mengamati yang paling simple ya dengan menghadap pada SANG DEWA GOOGLE. Siapa tahu dia bisa membantu. Cara manualnya ya baca koran, cari-cari pamflet event di tembok-tembok, tanya-tanya temen via sms atau facebook, dll.

Kalo ternyata sudah kita ubek-ubek tapi satu kota emang lagi gak ada event, kenapa kita gak bikin event sendiri aja ? Kita bisa manfaatin teras rumah, lapangan kosong RT,  bahkan depan warung Mpok Nami. Fasilitasnya gak usah terlalu “wah”. Lesehan aja jadilah. Yang penting kita bisa mengenalkan kemampuan kita terlebih dulu.

Cara lainnya adalah dengan “numpang nge-top.” Kita cari tahu, grup band apa sih yang lagi ngetop di dekat-dekat sini ? Tujuannya adalah : Jika kebetulan memang ada dan mereka sering di undang panitia show kemana-mana, kenapa gak kita tawarin band kita aja sebagai band pembukanya ? Gratis bodo amatlah, yang penting bisa eksis. Sayangnya gengsi dan sombong sepertinya sering menjangkiti system yang ini. Padahal kalo mau jujur-jujur-an, skill bisa aja lebih jago kita daripada mereka, tapi hal lain yang tak terbantahkan bahwa mereka lebih jago promosi daripada kita. Lha nyatanya mereka laku dan ngetop kok !

Analisa genre
Nah, kalo emang kebetulan ada event di sebuah tempat, sebelum kita mengajukan diri, sepertinya kita perlu tahu dulu lokalan situ pada doyan musik apa. Sesuai gak sama musik kita ? Jangan sampe terjadi, kita bawain aliran nu-metal, tapi diatas panggung malah bonyok di lemparin kulkas gara-gara mayoritas penonton ternyata pada suka keroncong. Itu artinya kita salah casting.

Analisa Event
Kita sebisa mungkin mendapatkan informasi tentang sifat acara (formal/non formal), latar belakang atau segmen penonton dan tentu saja “itu acara apa”. Informasi tersebut nantinya akan menjadi acuan dasar kita sebagai materi komunikasi massa saat manggung. Kami sering menjumpai band-band sering tak peduli pada hal ini. Manggung ya manggung aja, genjreng-genjreng selesai, lantas pulang gitu aja. Lantas apa bedanya dengan ngamen door to door ? Band yang baik adalah band yang punya sense menjadi bagian dari event. Menyapa sponsor, interaktif dengan khalayak, membicarakan sekelumit pesan moral yang dibawa oleh acara tersebut,  dan tentu saja menjaga kata-kata yang berbau SARA. Analisa ini juga untuk menghindari terjadinya mis casting. Jangan sampai interaktif gaya “loe-gue” digunakan pada acara yang hadirinnya justru kebanyakan “pegawai kelurahan”

Bersambung ke artikel :

PAKET PROMO DALAM GIGS BIN EVENT

  1. banyak gan info event2 band di website kami

    http://www.infoeventband.com

    salam sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: